November 30, 2009

Silaturrohim

Tarjim di kediaman Ukhtina Desti Kartina








Di Perkarangan Ukhtina Desti Kartina



Di Perkarangan Ukhtina Haryati




Di Kediaman Ukhtina Widi

November 24, 2009

Pilihanku...

"...Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,maka apabila engkau telah selesai dari sesuatu urusan,tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain dan hanya kepada Allohlah engkau berharap..." (Q.S.Al-Insyiroh : 6-8)


Alhamdulillah lusa kemarin laporan kkl kelar,walaupun disertai dengan kesal...karena gak bisa diajak kerjasama padahal kerja tim dan berusaha tetap sabar menghadapinya...kemarin telah mengajukan proposal di tulis tangan untuk memilih dosen pemimbing,sebenarnya sihh...proposal itu formalitas saja.Jujur sangat sulit untuk memilihnya dikhawatirkan ntar salah pilih...dalam keadaan kurang sehat tapi di paksai aja ke kampus demi dosen pembimbingku karena batasnya cuma 2hari dan itupun dibatasi cuma 30orang dan sampai di kampus padet banget,kulihat teman-teman berhimpit-himpitan...Jadi aku cuma bisa melihat dan gak bisa ikut antrian karena kondisiku begini...Aku cuma bisa nitip keteman dan Alhamdulillah boleh...Sesak sekali aku melihat keadaan itu...tak terasa keringat ku bercucuran...dan kepalaku makin pusing tapi ku kuatkan...Alhamdulillah aku dapet jatah juga dari dosen yang ku pilih,dari 30 dapat urutan ke 16,Ahhirnya aku pilih,Dr.Rusman Roni,M.Pd dan Dewi Sartika,M.Pd. Aku pilih itu karena aku sudah tau watak beliau (Bu'Dewi),beliau sangat ontime...dan beliau termasuk dosen favorite ku...Gak tau kenapa aku suka dengan ibu Dewi dan senang meliat mukanya,walau kata temanku mukanya sinis tapi gak menurutku malah sendu...Aku pernah dapat nilai C dengan beliau,gak tau koq bisa gitu...ya...intropeksilah...padahal teman-teman dekat ku rata-rata dapet A. Tapi walau pernah dapat C dengan beliau,itu tidak mengurangi rasa suka ku padanya...Dan walau bu Dewi disanding dengan pak Rusman tapi gak apa-apalah...yang penting ada bu'Dewinya dan pak Rusman,so far so good...Jalani aja...!
Semoga apa yang telah ku pilih itu yang terbaik dan dapat dipermudahkan untuk kedepannya tanpa menyesali apa yang telah di pilih...Aamiin...
Sekarang tinggal menyiapkan tiga judul untuk diajukan dan buat proposal tuk skripsi...dan seterusnya...Semoga cepat di acc...

November 11, 2009

Harapanku...

Bismillahirohmanirrohiim...
Ya Alloh,Permudahkanlah segala urusan hambaMu ini...
Dapat menyelesaikan perkuliah pada waktunya dan di lancarkan dalam menyelesaikan skripsi serta sabar menghadapi dan menunggu dosen pembimbing.Agar aku dapat menjalankan amanah yang lain...

Ya Alloh,di benak ini banyak rencana yang sudah tersususun rapi yang akan di jalani setelah perkuliah selesai.Aku sangat berharap sekali itu akan terjadi.Itu adalah Passwordnya,dapat banyak yang ku lakukan kalo itu terjadi dan sembari membenah diri...
Banyak teman-temanku bilang kalo aku udah siap untuk menikah karena mereka tahu itu dari aku sering bahas topik tentang nikah...padahal itu sekedar berbagi ilmu dan sedangkan aku sendiri tidak siap,aku masih merasa banyak yang harus dibenahi dan ilmuku masih sedikit khususnya ilmu agama...Aku percaya dengan janji Alloh di surah An-Nuur:26,untuk itulah aku berusaha untuk selalu dan tak hentinya memperbaiki diri...jangan menyibukkan diri dengan hal yang masih jauh dan tak pasti karena itu akan datang pada waktunya...

Ya Alloh,aku sangat berharap sekali itu akan terjadi...dengan itu aku dapat mudah menjalankan yang lain karena itu passwordnya...
Ya Alloh,bila itu tidak terjadi...aku yakin Engkau akan menggantinya dengan yang lebih baik...karena aku tahu apa yang ku inginkan tapi Engkau tahu apa yang ku butuhkan...Semoga ini terjadi sesuai dengan yang diharapkan! Aamiin...

September 30, 2009

Jangan Menyerah

Tak ada manusia yang terlahir sempurna
jangan kau sesali segala yang telah terjadi
kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini tak ada artinya lagi

Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali segala yang telah terjadi

Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasaNya
Bagi hambaNya yang sabar dan tak kenal putus asa



By:D’Masiv

September 08, 2009

Sebiru Hari Ini


Sebiru hari ini
Birunya bagai langit terang benderang
Sebiru hari kita bersama disini

Seindah hari ini
Indahnya bak permadani taman surga
Seindah hati kita walau kita kan berpisah

Bukankah hati kita telah lama menyatu
Dalam tali kisah persahabatan ilahi
Pegang erat tangan kita terakhir kalinya
Hapus air mata meski kita kan berpisah

Selamat jalan teman
Tetaplah berjuang
Semoga kita bertemu kembali
Kenang masa indah kita sebiru hari ini


By:Edcoustic

Agustus 29, 2009

Menjadi Diriku


Tak seperti bintang di langit
Tak seperti indah pelangi
Karena diriku bukanlah mereka
Ku apa adanya

Wajahku ya memang begini
Sikapku jelas tak sempurna
Kuakui ku bukanlah mereka
Ku apa adanya

Menjadi diriku
Dengan segala kekukurangan
Menjadi diriku
Atas kelebihanku

Terimalah aku, seperti apa adanya
Aku hanya insan biasa, tak mungkin sempurna
Tetap kubangga, atas apa yang kupunya
setiap waktu kunikmati, anugrah hidup yang kumiliki


By:Edcoustic

Ibu, Ayah pahamilah aku...

Ibu,ayah...
Aku ini sudah besar,bukan anak kecil lagi.
Aku bisa mengatur hidupku sendiri.
Aku tahu apa yang harus ku lakukan.
Aku tidak mau menjadi mahasiswa tulen.
Yang pergi kuliah,setelah acara perkuliahan usai,pulang kerumah.
Aku tidak mau...!
Aku harus bergerak!
Aku ingin seperti burung yang bebas terbang,
yang menyanyi di atas pohon,
di temani dedaunan yang menari,
dan sejuknya sepoian angin,
serta menikmati dan menyaksikan ombak-ombak yang berkejar-kejaran.
Aku ingin seperti itu!
Aku bisa berkarya,bersosialisasi dengan yang lain untuk mencapai tujuan yang telah ku susun rapi selama ini.

Ibu,ayah...
Aku tahu,aku sudah mau semester akhir.
Tapi insyAlloh aku bisa membagikan waktu.
Itu semua udah ku rencanakan,
kapan aku harus memulai dan bergerak.

Ibu,ayah...
Aku tahu kalian seperti itu karena kalian sayang padaku.
Aku juga sayang pada kalian.
Apakah salah dengan langkahku?

Ibu,ayah...
Maafilah aku...,aku anak yang pembangkang.
Tidak mau mengikuti aturan.
Tidak sesuai dengan harapan kalian.
Tapi semua yang ku lakukan ini,mempunyai niat yang lurus dan hati yang tulus.
Ya...Alloh,semoga Engkau ridho dengan langkah ku ini!

Agustus 26, 2009

Laa ilaaha illallåh adalah kunci surga

Ibarat sebuah pintu, surga menbutuhkan sebuah kunci untuk membuka pintu-pintunya. Namun, tahukah kita apa kunci surga itu? Bagi yang merindukan surga, tentu akan berusaha mencari kuncinya walaupun harus mengorbankan nyawa.

Tetapi kita tak perlu gelisah, Nabi Muhammad Shålallahu ‘alaihi wa sallam telah menunjukkan pada umatnya apa kunci surga itu, sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits yang mulia, beliau bersabda (yang artinya): “Barang siapa mengucapkan kalimat Laa ilaaha illallåh dengan penuh keikhlasan, maka dia akan masuk surga. “ (HR. Imam Ahmad dengan sanad yang shohih).

Ternyata, kunci surga itu adalah Laa ilaahaa illallåh, kalimat Tauhid yang begitu sering kita ucapkan. Namun semudah itukah pintu surga kita buka ? Bukankah banyak orang yang siang malam mengucapkan kalimat Laa ilaaha illallåh, tetapi mereka masih meminta-minta (berdo’a dan beribadah) kepada selain Allah, percaya kepada dukun-dukun dan melakukan perbuatan syirik lainnya ? Akankah mereka ini juga bisa membuka pintu surga ? Tidak mungkin !

Dan ketahuilah, yang namanya kunci pasti bergerigi. Begitu pula kunci surga yang berupa Laa ilaaha illallåh itu, ia pun memiliki gerigi. Jadi, pintu surga itu hanya bisa dibuka oleh orang yang memiliki kunci yang bergerigi.

Al-Iman Bukhåri meriwayatkan dalam Shohih-nya (3/109), bahwa seseorang pernah bertanya kepada Al-Imam Wahab bin Munabbih (seorang Tabi’in terpercaya dari Shon’a yang hidup pada tahun 34-110 H) ditanya: “Bukankah Laa ilaaha illallåh itu kunci surga ? “Wahab menjawab : “Benar, akan tetapi setiap kunci yang bergerigi. Jika engkau membawa kunci yang bergerigi, maka pintu surga itu akan di bukakan untukmu !”.

Lalu, apa gerangan gerigi kunci itu Laa ilaaha illallåh itu ? Ketahuilah, gerigi kunci Laa ilaaha illallåh itu adalah syarat-syarat Laa ilaaha illallåh ! Syaikh Abdurrahman bin Muhammad bin Qoshim Al-Hambali An-Najdi rahimahullah, penyusun kitab Hasyiyyah Tsalatsatil Ushul, pada halaman 52 kitab tersebut menyatakan, syarat-syarat Laa ilaaha illallåh itu ada delapan, yaitu :

Pertama : Al-‘Ilmu (mengetahui)

Artinya memahami makna (yakni memahami bahwa makna Laa ilaaha illallåh adalah bahwa tiada sesembahan yang berhak untuk disembah/diibadahi melainkan Allåh) dan maksudnya (yakni memahami segala konsekuensi yang ada didalamnya, pembatal-pembatalnya dll.), Mengetahui apa yang ditiadakan dan apa yang ditetapkan, yang menafikan ketidaktahuannya dengan hal tersebut.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

"Artinya :... Akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa`at ialah) orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini (nya). [Az-Zukhruf : 86]

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya):

“Barang siapa mati dalam keadaan mengetahui bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, niscaya dia akan masuk surga.” (HR. Muslim).

Maksudnya orang yang bersaksi dengan laa ilaaha illallah, dan memahami dengan hatinya apa yang diikrarkan oleh lisannya, dan dibuktikan dengan perbuatannya.

Sekiranya ia mengucapkannya, tetapi tidak mengerti apa maknanya, maka persaksian itu tidak sah dan tidak berguna. Begitupun, jikalau ia mengerti maknanya dan melakukan persaksian, tapi persaksiannya tersebut tidak diikuti dengan perbuatan yang membenarkan persaksiannya, maka sama saja, persaksian tersebut tidak sah dan tidak ada faedahnya.

Kedua : Al-Yaqiinu (meyakini)

Maksudnya adalah kita harus menyakini secara pasti kebenaran kalimat Laa ilaaha illallåh tanpa ragu dan tanpa bimbang sedikitpun.

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): “Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak di sembah kecuali Allah dan aku adalah utusan Allah. Tidaklah seorang hamba bertemu dengan Allah sambil membawa dua kalimat syhadat tersebut tanpa ragu kecuali pasti dia akan masuk surga. (HR. Muslim).

Jadi, Orang yang mengikrarkannya harus meyakini kandungan sya-hadat itu. Manakala ia meragukannya maka sia-sia belaka persaksian itu.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

"Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya kemudian mereka tidak ragu-ragu ..." [Al-Hujurat : 15]

Kalau ia ragu maka ia menjadi munafik. Nabi shållallåhu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Artinya : Siapa yang engkau temui di balik tembok (kebon) ini, yang menyaksikan bahwa tiada ilah selain Allah dengan hati yang meyakininya, maka berilah kabar gembira dengan (balasan) Surga." [HR. Al-Bukhari]

Maka siapa yang hatinya tidak meyakininya, ia tidak berhak masuk Surga.

Ketiga : Al-Qobulu (manerima)

Maksudnya kita harus menerima segala tuntunan Laa ilaaha illallåh dengan senang hati, lisan dan perbuatan, tanpa menolak sedikitpun. kita tidak boleh seperti orang-orang musyirik yang di gambarkan oleh Allah dalam Al-Qur’an (yang artinya):

“Orang-orang yang musyrik itu apabila di katakan kepada mereka : (ucapkanlah) Laa ilaaha illallåh, mereka menyombongkan diri seraya berkata : Apakah kita harus meninggalkan sesembahan-sesembahan kita hanya karena ucapan penyair yang gila ini ? “ (QS. As-Shoffat : 35-36).

Menerima kandungan dan konsekuensi dari syahadat; yaitu menyembah Allah semata dan meninggalkan ibadah kepada selainNya.

Siapa yang mengucapkan, tetapi tidak menerima dan menta'ati, maka ia termasuk orang-orang yang difirmankan Allah:

"Artinya : Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: 'Laa ilaaha illallah' (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri. dan mereka berkata: "Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?" [Ash-Shafat: 35-36]

Ini seperti halnya penyembah kuburan dewasa ini. Mereka mengikrarkan laa ilaaha illallah, tetapi tidak mau meninggalkan penyembahan terhadap kuburan. Dengan demikian berarti mereka belum me-nerima makna laa ilaaha illallah.

Keempat : Al-Inqiyaadu (tunduk atau patuh)

Maksudnya kita harus tunduk dan patuh melaksanakan tuntunan Laa ilaaha illallåh dalam amal-amal nyata. Allah subhanahu wa Ta’ala (yang artinya):

“Kembalilah ke jalan Tuhanmua, dan tunduklah kepada-Nya. “ (QS. Az-Zumar : 54).

Allah Ta’ala juga berfirman (yang artinya):

“Dan barang siapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang pada buhul (ikatan) tali yang amat kokoh (yakni kalimat Laa ilaaha illallåh). “(QS. Luqman : 22).

Al-'Urwatul-wutsqa adalah laa ilaaha illallah. Dan makna yuslim wajhahu adalah yanqadu (patuh, pasrah). [Makna “menyerahkan dirinya kepada Allah” yaitu tunduk, patuh dan pasrah kepada-Nya (-pent)].

Kelima : Ash-Shidqu (jujur atau benar)

Maksudnya kita harus jujur dalam melaksanakan tuntutan Laa ilaaha illallåh, yakni sesuai antara keyakinan hati dan amal nyata, tanpa di sertai kebohongan sedikitpun. Nabi Shålallahu ‘alahi wa sallam bersabda (yang artinya) :

“Tidaklah seseorang itu bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak di sembah kecuali Allah dan Muhammad itu adalah hamba dan utusan-Nya, dia mengucapkannya dengan jujur dari lubuk hatinya, melainkan pasti Allah mengharamkan neraka atasnya. “ (HR. Bukhåri dan Muslim).

Manakala lisannya mengucapkan, tetapi hatinya mendustakan, maka ia adalah munafik dan pendusta.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

"Artinya : Di antara manusia ada yang mengatakan: 'Kami beriman kepa-da Allah dan Hari kemudian', padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, pada hal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta." [Al-Baqarah: 8-10]

Keenam : Al-Ikhlas (ikhlas atau murni)

Maksudnya kita harus membersihkan amalan kita dari noda-noda riya’ (amalan ingin di lihat dan dipuji oleh orang lain, yang merupakan syirik ashghår, yang dosanya lebih besar dari zina dan merampok), dan berbagai amalan kesyirikan lainnya.

Nabi Shålallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya Allah mengharamkan neraka bagi orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallåh semata-mata hanya untuk mengharapkan wajah Allah Azza wa Jalla. “(HR. Bukhåri dan Muslim).

Ketujuh : Al-Mahabbah (mencintai)

Maksudnya kita harus mencintai kalimat tauhid, tuntunannya, dan mencintai juga kepada orang-orang yang bertauhid dengan sepenuh hati, serta membenci segala perkara yang merusak tauhid itu.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Dan di antara manusia ada yang menbuat tandingan-tandingan (sekutu) selain Allah yang di cintai layaknya mencintai Allah. Sedangkan orang-orang yang beriman, sangat mencintai Allah diatas segala-galanya). “ (QS. Al-Baqarah : 165).

Dari sini kita tahu, Ahlut Tauhid mencintai Allah dengan cinta yang tulus bersih. Sedangkan Ahlus Syirik mencintai Allah dan mencintai tuhan-tuhan yang lainnya. Hal ini tentu sangat bertentangan dengan isi kandungan Laa ilaaha illallåh.

Kedelapan : Al-Kufru bimaa siwaahu (mengingkari sesembahan yang lainnya)

Maksudnya kita harus mengingkari segala sesembahan selain Allah, yakni tidak mempercayainya dan tidak menyembahnya, dan juga kita harus yakin bahwa seluruh sesembahan selain Allah itu batil dan tidak pantas disembah-sembah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan (yang artinya): “Maka barang siapa mengingkari thoghut (sesembahan selain Allah) dan hanya beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang teguh pada ikatan tali yang amat kokoh (yakni kalimat Laa ilaaha illallåh), yang tidak akan putus….”(QS. Al-Baqoroh : 256).

Saudaraku kaum muslimin dari sini dapatlah kita ketahui, bahwa orang yang mengucapkan kalimat Laa ilaaha illallåh hanya dengan lisannya tanpa memenuhi syarat-syaratnya, dia bagaikan orang yang memegang kunci tak bergerigi, sehingga mustahil baginya untuk membuka pintu surga, walaupun dia mengucapkannya lebih dari sejuta banyaknya. Karena itu perhatikanlah !

Wallahu a’lamu bish showwab

Sumber:

- Kitab At-Tauhid Lish Shaffil Awwal Al-Ali, Edisi Indonesia Kitab Tauhid 1, Penulis Syaikh Dr Shalih bin Fauzan bin Abdullah bin Fauzan, Penerjemah Agus Hasan Bashori Lc, Penerbit Darul Haq
- BULETIN DAKWAH AT-TASHFIYYAH, Surabaya Edisi : 13 / Shafar / 1425

By:Abul Fudhåil Al-Ghåråntaliy